Tekanan Udara
Tekanan Udara adalah tekanan pada titik manapun di atmosfer bumi. Umumnya, tekanan udara hampir sama dengan tekanan hidrostatik yang disebabkan oleh berat udara di atas titik pengukuran. Massa udara dipengaruhi tekanan udara umum di dalam massa tersebut, yang menciptakan daerah dengan tekanan tinggi (antisiklon) dan tekanan rendah (depresi).
Daerah bertekanan rendah memiliki massa atmosfer yang lebih sedikit di
atas lokasinya, di mana sebaliknya, daerah bertekanan tinggi memiliki
massa atmosfer lebih besar di atas lokasinya.
Dua
system tekanan udara yang utama menngontrol cuaca kita,seperti yang
telah disebutkan diatas.Tekanan tinggi (antisiklon) terbentuk ketika
udara dingin turun.Biasanya tekanan tinggi berarti cuacanya kering dan
baik panas di musim panas dan dingin di musim dingin.Tekanan rendah
(siklon atau depresi) terjadi ketika udara panas naik,membawa awan hujan
dan cuaca yang tidak mementu.Angin bertiup dari zona bertekanan tinggi
ke zona bertekanan randah.Kekuatan angin tergantung pada besarnya
perbedaan tekanan.Jika perbedaannya besar,maka anginnya kuat.
Seperti
dibelahan bumi utara,angin berputar melawan arah jarum jam menuju zona
bertekanan rendah dan berputar-putar searah jarum jam dari zona
bertekanan tinggi dan dibelahan bumi selatan,angin berputar berlawanan
arah dengan angin di belahan bumi utara,berputar menuju zona bertekanan
rendah.
Meningkatnya
ketinggian menyebabkan berkurangnya jumlah molekul udara secara
eksponensial. Karenanya, tekanan udara menurun seiring meningkatnya
ketinggian dengan laju yang menurun pula. Berikut adalah rumus hampiran
untuk tekanan udara:
Di mana P adalah tekanan dalam pascal dan h adalah ketinggian dalam meter. Persamaan ini menunjukkan bahwa tekanan pada ketinggian 31 km asalah sekitar 10(5-2) Pa = 1000 Pa, atau 1% dari tekanan pada permukaan laut. Secara kasar, untuk beberapa kilometer di atas permukaan laut, tekanan berkurang 100.
Barometer
Alat yang di pakai untuk mengukur tekanan udara dinamakan barometer Barometer umum digunakan dalam peramalan cuaca, dimana tekanan udara yang tinggi menandakan cuaca yang "bersahabat", sedangkan tekanan udara rendah menandakan kemungkinan badai.
Istilah 'barometer' diperkenalkan pada 1665-1666 oleh seorang ilmuwan alam dari Irlandia bernama Robert Boyle. Kata tersebut diturunkan dari istilah Yunani báros yang berarti 'berat, bobot' dan métron yang berarti 'ukuran', yang berarti ukuran berat udara.
Barometer
ada dua jenis yaitu barometer raksa dan barometer aneroid.Tetapi
kegunaan mereka tetap sama yaitu mengukur tekanan udara.barometer
termasuk peralatan metereologi non recording yang pada waktu tertentu
harus dibaca agar mendapat data yang diinginkan.Barometer baik raksa
maupun aneroid dipengaruhi oleh ketinggian,mengingat tekanan udara akan
berkurang seiring pertambahan ketinggian,sehingga perlu selalu
pensetting awal.
Barometer
raksa ada dua jenis yaitu wheel barometer dan stick barometer.Prinsip
kerja wheel barometer adalah peningkatan tekanan udara akan berpengaruh
pada kolom merkuri menyebabkan ketinggian raksa di tuba sebelah kiri
meningkat disebelah kanan menurun.Terdapat pemberat kecil yng mengapung
di atas merkuri,yang mengikuti pergerakan turun naik merkuri ini
menyebabkan darongan yang terhubung pada pointer dimana akan
mengidentifikasi kenaikan tekanan.Jika terjadi penurunan tekanan maka
akan terjadi proses sebaliknya,barometer jenis ini sebaiknya diguncang
dulu sebelum digunakan.
Stik
barometer mempunyai prinsip kerja sebagai berikut : Barometer jenis ini
dirancang untuk dapat membaca tekanan pada sea level dan juga dapat
langsung dibaca oleh pengguna pada skala yang biasanya tercatat pada
stick barometer tersebut,sehinngga memerlukan pengaturan yang lebih
rumit disbanding wheel barometer untuk menyesuaikan dengan
ketinggian.Prinsip kerjanya hampir sama dengan wheel barometer karena
sama-sama menggunakan air raksa.
Intinya barometer didasarkan pada pemahaman bahwa tekanan udara akan berkurang dengan menambah ketinggian.
Tekanan Udara, Rumus dan Alat Ukurnya-
Udara memiliki massa meskipun sangt kecil. Akan tetapi dengan jumlah
mereka yang sangat banyak massa mereka tidak bisa dianggap ringan. Di
bumi ada yang namanya gravitasi
yang menarik udara ini ke bawah sehingga dikenal namanya berat. Berat
udara inilah yang akan menekan permukaan bumi sehingga timbul tekanan
udara. Jadi pengertian tekanan udara adalah besarnya berat udara pada
satu satuan luas bidanng tekan.
Besarnya tekanan udara di suatu tempat
sangat bergantung pada jumlah udara di atasnya. Semakin tinggi suatu
tempat maka semakin sedikit jumlah udara di atasnya, semakin sedikit
berat udara yang ditahan wilayah tersebut sehingga tekanannya semakin
sedikit. Berbanding terbalik dengan daerah atau dataran rendah, mereka
mempunyai tekanan udara yang lebih besar. Jadi tekanan udara di suatu
wilayah sangat ditentukan oleh ketinggian tempat atau wilayah tersebut
dari permukaan air laut.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan udara
ada 2 hal yang sangat mempengaruhi tekanan udara yaitu suhu dan tinggi suatu daerah
- Tinggi Suatu Tempat
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya tinggi suatu tempat berbanding terbalik dengan tekanan udara di daerah tersebut. - Suhu Udara
Suhu udara sangat mempengaruhi tekanan udaranya. Ketika suhu tinggi molekul udara akan mengembang dan volume udara menjadi lebih besar. Jika volume di udara di atas suatu tempat adalah tetap maka ketika suhu udara naik, massa udara total akan berkurang, berat udara berkurang, demikian juga dengan tekanan udara. Sebaliknya, ketika suhu rendah makan tekanan udara akan semakin tinggi.
Tekanan udara di berbagai tempat
berbeda-beda terutama tergantung pada tinggi daerah tersebut dari
permukaan air laut. Perbedaan tekanan udara inilah yang mengakibatkan
berbagai fenomena cuaca seperti angin, topan, badai, dan sebagainya.
Rumus Tekanan Udara
Bagaimana menetukan tinggi suatu tempat
bila diketahui tekanannya? Bagaimana pula menentukan tekanan jika yang
kita ketahui adalah tekanannya. Tekanan udara dipermukaan air laut
adalah 76 cmHg yang akan jadi patokan dan setiap perubahan tinggi 100 m
maka akan terjadi perubahan tekanan sebesaar 1 mmHg.
Ph = (Pu – h/100) cmHg
Ph = tekanan pada ketinggian h
Pu = tekanan udara permukaan air laut
h = tinggi suatu tempat
Ph = tekanan pada ketinggian h
Pu = tekanan udara permukaan air laut
h = tinggi suatu tempat
untuk mencari ketinggian
h = (Pu-Ph) x 100 m
Contoh Soal
Wilayah Jakarta utara memiliki ketinggian 10 m dibawah permukaan airl laut. Berapakah tekanan udara di tempat tersebut.
Jawab
Ph = (Pu – h/100) cmHg
Ph = (76 – 10/100) = 76 – 0,1 = 75,9 ccmHg
Ph = (76 – 10/100) = 76 – 0,1 = 75,9 ccmHg
jika disuatu puncak gunung tekanan udaranya adalah 45 cmHg, berapa ketinggian gunung tersebut dari permukaan air laut?
h = (Pu-Ph) x 100h = (76-45 x 100 = 31 x 100 = 3100 m di atas permukaan laut.
Alat Ukur Tekanan Udara
Faktor kedua yang mempengaruhi dinamika cuaca adalah tekanan
udara, yaitu tenaga yang bekerja untuk menggerakkan massa udara dalam
satuan wilayah tertentu dari suatu tempat ke tempat lainnya. Tekanan
udara sangat dipengaruhi tingkat kepadatan atau kerapatan (densitas)
massa udara.
Semakin tinggi kerapatan udara, semakin tinggi pula tekanannya. Berbeda dengan ting kat kerapatan yang berbanding lurus dengan tekanan udara, suhu di suatu wilayah berbanding terbalik dengan tekanan udaranya. Semakin tinggi suhu udara, semakin rendah tekanan udaranya. Hal ini dikarenakan suhu yang tinggi menyebabkan udara di daerah itu memuai dan menjadi renggang.
Alat yang digunakan untuk mengukur tekanan udara di suatu tempat dinamakan Barometer, yang menggunakan skala milimeter air raksa (mm Hg), milibar (mb), atau atmosfer (atm). Perbandingan ketiga skala tersebut adalah 1 atm = 760 mm Hg = 1013,25 mb. Ada 3 macam barometer yang biasa kita temui di stasiun-stasiun pengamat cuaca, yaitu sebagai berikut.
Semakin tinggi kerapatan udara, semakin tinggi pula tekanannya. Berbeda dengan ting kat kerapatan yang berbanding lurus dengan tekanan udara, suhu di suatu wilayah berbanding terbalik dengan tekanan udaranya. Semakin tinggi suhu udara, semakin rendah tekanan udaranya. Hal ini dikarenakan suhu yang tinggi menyebabkan udara di daerah itu memuai dan menjadi renggang.
Alat yang digunakan untuk mengukur tekanan udara di suatu tempat dinamakan Barometer, yang menggunakan skala milimeter air raksa (mm Hg), milibar (mb), atau atmosfer (atm). Perbandingan ketiga skala tersebut adalah 1 atm = 760 mm Hg = 1013,25 mb. Ada 3 macam barometer yang biasa kita temui di stasiun-stasiun pengamat cuaca, yaitu sebagai berikut.
- Barometer Air Raksa, yang menggunakan skala milimeter air raksa.
- Barometer Aneroid, yang menggunakan skala milibar.
- Barograf, yaitu barometer otomatis yang mencatat sendiri tekanan udara setiap waktu pada kertas barogram dengan skala milibar.

Wilayah yang memiliki tekanan udara paling rendah dibandingkan dengan daerah-daerah lain di sekitarnya dinamakan daerah pusat tekanan minimum atau tekanan rendah, biasanya digunakan simbol (-). Pada peta cuaca, daerah-daerah yang memiliki tekanan udara sama dihubungkan dengan garis-garis konsentris yang dinamakan isobar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar